Contoh Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Dampak Pandemi Corona

Contoh Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Dampak Pandemi Corona


Dimasa Pandemi Corona atau yang disebut juga Covid_19 membuat dunia pendidikan menjadi keos atau berantakan, sebelum Covi-19 itu datang ke Negara Indonesia, kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan dengan lancar, bapak/ibu guru bisa bertatap muka dengan siswa langsung, siswa juga dapat menikmati pembelajaran yang nyaman,.

Tetapi setelah 3 bulan terakhir ini siswa-siswi di wajibkan belajar dirumah dengan pembelajaran menggunakan Daring. Sampai banyak sekolah harus membeli sebuah aplikasi untuk mempermudah kegiatan tersebut, mungkin bagi sekolah besar sangat mudah untuk membelinya, bagaimana dengan sekolah kecikl???


Era kekinian dan kedisiplinan dalam dunia kesehatan membawa dampak yang maha dasyat pada sektor-sektor yang ada di dunia terlebih khususnya di Indonesia. Baik dalam sistem pemerintahan, sistem politik, ekonomi, budaya, teknologi maupun pendidikan.

Oke, berikut sampaikan sedikit contoh untuk pembuat RPL.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KLASIKAL ONLINE
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Komponen
:
Layanan Dasar
Bidang Layanan
:
Sosial
Topik / Tema Layanan
:
Dampak Pendemi Covid-19
Kelas / Semester
:
10, 11 dan 12 / Genap
Alokasi Waktu
:
2 x 45 menit

1
Tujuan Layanan
  1. Peserta didik/konseli dapat memahami pengertian Covid-19
  2. Peserta didik/konseli dapat mengetahui Gejala/Penyebab Virus Corona (COVID-19)
  3. Peserta didik/konseli dapat memahami Pengobatan dan Pencegahan Virus Corona ( COVID-19)


Metode, Alat dan Media
  1. Metode : Ceramah, Curah pendapat dan tanya jawab
  2. Alat / Media : Room Vicon, Power Point Dampak Pandemi Covid-19, Zoom


Langkah-langkah Kegiatan Layanan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
  1. Membuka dengan salam dan berdoa
  2. Membina hubungan baik dengan peserta didik (menanyakan kabar, ice breaking)
  3. Menyampaikan tujuan layanan materi Bimbingan dan Konseling
  4. Menanayakan kesiapan kepada peserta didik

2. Tahap Inti
  1. Guru BK menayangkan med ia slide power point yang berhubungan dengan materi layanan melalui Video Conference menggunakan aplikasi Zoom
  2. Peserta didik mengamati sllide ppt yang berhubungan dengan materi layanan
  3. Guru BK mengajak berpend apat dan tanya jawab serta saling menanggapi terkait Pende mi Covid-19, dan seterusnya bergantian sampai selesai.

3. Tahap Penutup
  1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan
  2. Guru BK mengajak peserta didik untuk agar dapat menghadirkan Tuhan dalam hidupnya
  3. Guru BK menyampaikan materi layanan yang akan datang
  4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam


  1. Evaluasi Proses : Guru BK atau konselor memperhatikan proses dengan Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik dan Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan.
  2. Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain : Merasakan suasana pertemuan  menyenangkan, pentingnya topik yang dibahas dengan cara penyampaian yang menarik.

                                                                                                                         Kendal,     Juli 2020

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK



….…………………….                                                                                 Fatkurrohman, S.Pd.


Baca Juga : Petunjuk Operasikan Aplikasi Go RPL 1 Lembar

Baca Juga : Peran Guru BK di Masa Pandemi Virus Corona

Materi
Dampak Pendemi Covid-19

Era kekinian dan kedisinian dalam dunia kesehatan membawa dampak yang maha dasyat pada sektor-sektor yang ada di dunia terlebih khususnya di Indonesia. Baik dalam sistem pemerintahan, sistem politik, ekonomi, budaya, teknologi maupun pendidikan.

Akhir - akhir ini banyak sosmed dibanjiri oleh pemberitaan wabah yang menular yaitu wabah pandemi covid-19 atau lebih dikenal dengan istilah virus corona. Dunia pendidikan pun ikut mengalami polemik karena wabah virus corona ini. Semua peserta didik dirumahkan atau belajar dari rumah. Permasalahan pendidikanpun muncul satu – persatu ditengah hantaman keras virus corona yang ada. Permasalahan guru dan tenaga kependidikan harus berusaha bekerja dari rumah baik halnya guru dan tenaga pendidikan yang ada pada instansi sekolah Negeri maupun Swasta dari tingkat PG (Play Group) hingga Perguruan Tinggi. Di Perguruan Tinggipun Tenaga Pendidikan menjalankan swadharmanya dari rumah masing – masing. Dari tingkat PG hingga perguruan tinggi memiliki permasalahan yang bervariasi.

Masalah yang bervariasi itu dimulai dari terbatasnya tatap muka antara pendidik dengan peserta didik, kurangnya SDM beberapa guru yang masih gaptek terhadap mengoprasikan computer maupun HP androidnya, ketika peserta didik dikirimkan video maupun soal berbasis online pendampingan orang tua dalam mendampingi anak – anaknya menjawab soal maupun belajar online kurang, karena orang tua siswa juga memiliki kesibukan yang lain. Keterbatasan dan belum canggihnya orang tua siswa juga dalam mengakses teknologi berbasis online yang diberikan oleh guru dari sekolah. Apalagi kita menyoroti guru yang tidak sama sekali mengenal teknologi, sudahlah ada istilah PR lagi bagi anak – anak didik. Dalam hal ini Tri Sentral pendidikan seakan tidak beroperasi maksimal akibat virus corona ini. Tapi di satu sisi virus corona ini mengajarkan kepada semua komponen untuk belajar mengenai system belajar online bersama, mengajarkan kepada anak didik arti dari sebuah kemandirian belajar dan merdeka belajar, memberikan penyadaran kepada orang tua siswa akan pentingnya pendidikan bagi anaknya.

a. Pengertian Covid-19
  • Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19.Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
  • Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
  • Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Hal ini membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona.

b.  Gejala Virus Corona (COVID-19)

    Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa berupa gejala flu, seperti demam, pilek,            batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bisa memberat. Pasien bisa          mengalam demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-          gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

   Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona,  yaitu:
  1. Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  2. Batuk
  3. Sesak napas

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

c. Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  1. Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  2. Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  3. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
  4. Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.


d.  Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

  1. Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  2. Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  3. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  4. Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh


e. Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:

  1. Pneumonia (infeksi paru-paru)
  2. Infeksi sekunder pada organ lain
  3. Gagal ginjal
  4. Acute cardiac injury
  5. Acute respiratory distress syndrome
  6. Kematian


f.  Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  1. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  2. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  4. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  5. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  6. Hindari kontak dengan penderita atau orang yang dicurigai menderita COVID-19.
  7. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  8. Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  9. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.


Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  1. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  2. Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
  3. Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  4. Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  5. Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  6. Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  7. Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.


Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.






Posting Komentar untuk "Contoh Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Dampak Pandemi Corona"